Monday, April 8, 2019

Container and Maersk







Moller–Maersk adalah sebuah perusahaan asal Denmark yang bergerak di sektor logistik. Fokus utama Moller–Maersk adalah industri transportasi. Pada tahun 2014, Moller–Maersk mendapatkan penjualan sebesar AS$47,4 miliar dengan total keuntungan AS$3,6 miliar.
Pada tahun yang sama, Moller–Maersk menempati peringkat ke-142 dalam daftar Global 2000, sebuah daftar perusahaan terbesar di dunia yang diperingkat oleh majalah bisnis Forbes, dengan total nilai pasar (market value) AS$51,7 miliar dan total aset sebesar AS$74,5 miliar.



1. KONTAINER UKURAN 20 FEET

UKURAN LUARNYA : 20 ‘ (P) X 8 ‘ (L) X 8’6 “ (T)
ATAU 6.058 X 2.438 X 2.591 M
UKURAN DALAMNYA : 5.919 X 2.340 X 2.380 M
KAPASITASNYA : CUBIC CAPASITY : 33 CBM PAY LOAD : 22.1 TON KONTAINER

2. UKURAN 40 FEET

UKURAN LUARNYA : 40 ‘ (P) X 8 ‘ (L) X 8’6 “ (T)
ATAU 12.192 X 2.438 X 2.591 M
UKURAN DALAMNYA : 12.045 X 2.309 X 2.379 M
KAPASITASNYA : CUBIC CAPASITY : 67.3 CBM PAY LOAD : 27.396TON KONTAINER

Monday, April 1, 2019

SEJARAH SINGKAT DAN PERBEDAAN ANTARA LARUTAN CAP BADAK DENGAN LARUTAN CAP KAKI TIGA

SEJARAH LARUTAN CAP BADAK DENGAN CAP KAKI 3
Sejarah larutan penyegar Cap Badak sejatinya berkaitan dengan sejarah merek yang saat ini menjadi seteru utamanya, Cap Kaki Tiga. Pada tahun 1978, PT. Sinde Budi menerima lisensi untuk penggunaan merek dagang Cap Kaki Tiga dari Wen Ken Drug Singapore. Namun kemudian Wen Ken Drug Singapore mengalihkan lisensi itu kepada PT. Kinocare Era Kosmetindo. Konsekuensinya, PT. Sinde Budi tidak boleh lagi menjual merek Cap Kaki Tiga. Sebagai gantinya, PT. Sinde Budi mengeluarkan produk larutan penyegar dengan merek Cap Badak.
Pecah kongsi tatkala seperti ini lumrah terjadi. Franchisee, pemegang lisensi, atau distributor yang merasa berjasa membesarkan merek tentu tidak tinggal diam. Jika produk tersebut mudah ditiru, tentu mereka akan membuat merek tandingan. Jika produknya berteknologi tinggi, mereka mengambil produk kompetitor untuk dibesarkan.
Ternyata dalam perkembangannya, Cap Badak mampu bersaing dengan Cap Kaki Tiga. Meski demikian, Jony Yuwono dari PT. Sinde Budi mengatakan bahwa isu pergantian merek ini bukanlah hal yang mudah. Untuk mendidik pelanggan, menurut Budi, perusahaannya memerlukan waktu kurang lebih setahun. Usaha ini, menurut Budi membawa hasil positif. Ia menarik kesimpulan ini berdasarkan sebuah hasil survei, yang mengungkapkan bahwa orang lebih mengingat gambar badak ketimbang tulisan merek.
Setelah kehilangan hak menggunakan nama Cap Kaki Tiga, keputusan PT. Sinde Budi mengeluarkan nama dan logo baru untuk produk larutan penyegarnya memang langkah yang logis. Meskipun bisa dikatakan melahirkan merek baru, tapi latar belakang historis serta kemiripan visual dan pola komunikasi yang diterapkan, namun strategi inilah yang dijalankan lebih mirip dengan dengan pemerekan kembali (rebranding).
Pemerekan kembali bisa dilakukan terhadap nama, logo, ataupun slogan. Tujuannya membangun identitas baru untuk kemudian ditanamkan di benak pelanggan, investor, pemasok, dan juga pesaing. Pemerekan kembali dapat dilakukan untuk merek baru, merek mapan, maupun yang masih dalam tahap pengembangan.